Archive for August, 2010

Biasa dipanggil “King David” atau “Trezegoal”, saya kagum dengan orang ini, sangat setia selama 10 tahun di tengah-tengah krisis klub, saat karirnya luar biasa di Juventus maupun di timnas Prancis.

“I see football differently how they see it in France, The Euro (2008) was very negative but what annoys me more that Domenech is staying.” Pernyataannya setelah mundur dari timnas.

Mille grazie David!

Advertisements

PERDELAPAN Final!!! Salah satu partai paling seru di Piala Dunia ini! Salah satu partai klasik…..Inggris vs Jerman! Dengan tampil buruk di fase grup Inggris bisa keluar sebagai runner up, betemu dini dengan Jerman.

 

Banyak orang bilang ini merupakan partai klasik, partai ulangan Final Piada Dunia 1966 atau Semifinal 1990. Inggris menang secara kontroversial di Wembley 1966, bola tendangan kencang Geoff Hurst mentok mistar, turun ke garis gol…di luar/dalam? Wasit memutuskan gol! Tidak ada teknologi ataupun kamera manapun saat itu yang bisa mengkonfirmasi apakah benar gol atau tidak. Sisanya? Seakan penuh kutukan dan nasib buruk (baca: Jabulani (catatan kontroversi I)), tim Inggris selalu menuai hasil buruk di Piala Dunia, sebut saja insiden Tangan Tuhan ’86, Stuart Pearce ’90, Beckham ’98, Seaman ’02, Rooney ’06.

 

Masyarakat Inggris sendiri merupakan masyarakat yang sangat percaya dengan klenik dan segala bentuknya (superstitous). Mereka percaya stadion Wembley itu keramat, jersey abu-abu pernah ditinggalkan karena membawa sial (diganti dengan sekarang: merah) dan pelatih. Pelatih? mereka percaya hanya pelatih domestik Inggris yang mampu mengembalikan kejayaan sepakbola mereka. Lha? Bagaimana dengan Fabio Capello? Mari kita lihat resume nya: menggondol Champions Cup bersama AC Milan dan Real Madrid. Membawa gelar liga Serie A bersama AC Milan, Juventus, AS Roma, bahkan untuk Milan dia membawa rekor 58 kali tidak terkalahkan berturut-turut di Serie A bersama Van Basten, Ruud Gullit, dan Paolo Maldini. Tuh…..

 

Okay, balik ke lapangan….dengan bermodalkan pemain muda dan segar, serangan Jerman yang bergelombang menghasilkan 2 gol terlebih dulu via Klose dan Podolski. Gol lahir dari skema yang teratur dan cantik. Inggris menyamakan kedudukan melalui Upson (37′). Kontroversi datang 2 menit kemudian, tendangan Lampard menghajar mistar dan memantul ke gawang dalam dan mencelat, sebelum akhirnya “diamankan” kiper Manuel Neuer. Lampard sempat beberapa detik bersuka cita, demikian pula dengan Capello dan beberapa ofisial Inggris. Namun wasit Uruguay Jorge Larrionda tidak meniup peluit gol! Alamak!!! Cilaka…….

 

Dari tayangan ulang dan berbagai sudut kamera, jelas bahwa itu merupakan gol. Bola jatuh sekitar 50cm di dalam gawang! Bahkan pelatih Jerman Joachim Loew yang sedang bertopang dagu tertangkap kamera senyum kecil dan mencolek asistennya 🙂 🙂 🙂 Konon saat turun minum, wasit Larrionda menyaksikan tayangan ulang peristiwa itu dan berseru “Oh, my God….”

 

Insiden ini semakin meruntuhkan mental pemain Inggris. Jerman pun bermain rapih dan terstruktur (saya menyebutnya lini Jerman ibarat ‘penggaris’: presisi). Apa mau dikata, pertandingan pun berakhir 1-4. Fans Jerman bilang utang 1966 terbayar lunas, sedangkan fans Inggris berkelit bila gol tadi disahkan dengan hasil 2-2 apapun bisa terjadi.

 

Sekali lagi, karma Inggris di Piala Dunia! Bukan Inggris, bukan pula Jerman pemenangnya… pemenangnya selalu: kontroversi. Fiuhhh…..