Jabulani yang berarti “celebrate” dalam bahasa Zulu, merupakan bola resmi Piala Dunia kali ini yang dikeluarkan oleh Adidas. Bola ini sebelumnya sudah pernah dipakai di event resmi seperti Piala Afrika 2010 Angola yang lalu.

Bola ini kerap menuai kritik dari sejumlah kiper, pemain sampai pelatih sekelas David James, Casillas, Robinho, maupun Fabio Capello, yang menyebutkan arah bola sukar ditebak dan mempunyai gerakan yang “supernatural”.

Robert Green, Inggris 1 - 1 USA, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

Salah satu korbannya, Robert Green, kiper Inggris yang baru memulai debut nya di Piala Dunia. Ia gagal mengamankan tendangan pelan mendatar dari Clint Dempsey (AS), seakan Jabulani memuntir secara supernatural 😀

FIFA akhirnya mengakui ada “masalah” dengan Jabulani dan tidak akan mengganti bola ini selama kejuaraan dan akan mengaudit produsen bola tersebut. Sedangkan dari lab. mekanika fluida NASA menyatakan bahwa Jabulani (yang permukaannya licin) memiliki efek spin lebih tinggi daripada bola lainnya, terlebih di udara dan dalam kecepatan tinggi.

Sementara itu, pemain muda Spanyol, Alvaro Arbeloa dengan santai berkomentar “Bolanya bulat. Seperti biasa.”

Advertisements
Comments
  1. hedi says:

    ga usah pake jabulani, kiper Inggris emang sering blunder kok hehehe

  2. […] mengkonfirmasi apakah benar gol atau tidak. Sisanya? Seakan penuh kutukan dan nasib buruk (baca: Jabulani (catatan kontroversi I)), tim Inggris selalu menuai hasil buruk di Piala Dunia, sebut saja insiden Tangan Tuhan ’86, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s