Piala Dunia dan Sponsorship (kasus Bavaria Beer)

Posted: August 9, 2010 in Piala Dunia, Tepi Lapangan
Tags: , , , , ,

Penyelenggaraan Piala Dunia tidak terlepas dari hak siar dan sponsorship. Diestimasikan pendapatan yang didapat selama event ini: £2.2 Milyar, diperoleh dari penjualan hak siar pertandingan di berbagai televisi, sampai kontrak iklan dengan sejumlah sponsor seperti Coca-Cola, Emirates, Sony, Visa, Adidas dan Budweiser. Keenam sponsor ini (dari 15 sponsor) memperoleh hak ekslusif.

Dengan kontrak ekslusif tersebut, Budweiser menjadi satu-satunya bir yang boleh diiklankan, dipromosikan dan dijual di stadion-stadion tempat berlangsungnya Piala Dunia. Tapi apa yang terjadi? Selama pertandingan perdana Belanda vs Denmark, kamera menangkap 36 gadis “berseragam” Oranye. Mencurigakan dan mencolok, karena gadis-gadis cantik tersebut datang bergerombol dan mengenakan seragam yang sama. Ternyata itu adalah taktik promosi terselubung yang dilakukan oleh Bavaria Beer (Holland’s Premium Beer).

Logo perusahaan perusahaan bir tersebut sebenarnya tidak mencolok dan tidak akan terlihat jika tidak diperhatikan secara teliti karena berukuran kecil dan dijahit pada keliman baju. Tapi FIFA tampaknya tidak mau berkompromi dengan setiap perusahaan bukan sponsor resmi. FIFA begitu keras dalam melindungi kepentingan pemasarannya. Sehingga sebelum babak kedua dimulai ke-36 gadis tersebut sudah digelandang keluar stadion.

Kasus ini berbuntut panjang karena melibatkan komentator TV Inggris, Robbie Earle (mantan pesepakbola Jamaika/klub Wimbledon) yang menjual tiket kepada mereka. Lebih jauh, Pengadilan Johannesburg menjatuhkan denda kepada koordinator marketing Bavaria beer (yang berkebangsaan Belanda) dan menuai kritik dari Kedubes Belanda.

Sorry girls, it’s not personal, it’s World Cup and it is just business. 🙂

Advertisements
Comments
  1. arya says:

    ambush marketing emang sangat diharamkan oleh FIFA 😀

    • Aggy says:

      Sebenarnya FIFA masih lebih longgar. Di olahraga lain seperti F1 atau NBA, lebih ketat untuk masalah sponsor…ehem, atau bisa lebih “mata duitan” 🙂

  2. Banyak orang tergoda untuk mencoba cara-cara nakal untuk berjualan. Mencari celah, dengan alasan “yang tak/belum dilarang tegas dan terinci” berarti boleh 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s