Archive for the ‘Piala Dunia’ Category

Piala Dunia kali ini memang luar biasa, setelah vuvuzela, Shakira sekarang kisahnya Paul seekor gurita. Konon gurita ini bisa meramal siapa yang akan menang dalam pertandingan. Ia mampu memprediksi SEMUA partai tim Jerman di babak grup, termasuk meramalkan kekalahan Jerman dari Serbia. Kesaktian Paul makin teruji setelah dengan tepat memprediksi kemenangan Jerman atas lawan berat, Inggris dan Argentina. Bahkan bandar judi ternama Inggris, William Hill tidak berani mengambil posisi ‘melawan’ si gurita.

Di partai semifinal, gurita berkebangsaan Jerman ini mengakhiri perjalanan timnya dengan merangkul bendera Spanyol…..sekali lagi ini bukan hanya kemenangan Spanyol, tapi kemenangan Paul si Gurita! 🙂

Advertisements

Satu lagi partai perempatfinal yang menjadi catatan: Belanda – Brazil. Gaung partai ini masih kalah dibandingkan partai tetangga Argentina- Jerman. Brazil dan Belanda keluar dengan hasil yang sempurna dari grup, namun miskin produktivitas.

Yang menjadi catatan khusus Piala Dunia kali ini adalah, Brazil yang dikenal sebagai jogo bonito (beautiful play, “bermain cantik” dalam bahasa Portugis) sama sekali tidak menampilkan permainan cantik. Begitu pula dengan Belanda, permainan kolektif total voetbal yang mengharuskan semua pemain bisa mengisi ruang dan tetap bergerak dinamis pun tidak tampak kali ini. Ada apa gerangan?

Kedua pelatih, baik Carlos Dunga dan Bert van Marwijk menurunkan gaya pragmatis yang diturunkan kepada anak latihnya. Metode ini berorientasi pada hasil. Penganut pragmatisme memiliki alasan bahwa tujuan akhir adalah kemenangan. Sementara penyuka keindahan memiliki alasan bahwa kemenangan harus dicapai dengan permainan yang memikat pula.

Pele mengungkapan bahwa masa depan sepakbola cantik akan berakhir dengan sepakbola pragmatis. Karena dalam Piala Dunia satu tim hanya akan bermain sampai 7 kali (jika masuk final) dan stamina pemain timnas harus “dihemat”, sehingga setiap tim lebih baik bermain “aman” dan “praktis”. Buntutnya setiap tim bermain akan bermain “aman”, terutama bila sudah unggul 1 gol. Pele sering keliru memprediksi sepakbola 🙂 namun kali ini sepertinya dia benar….

Mungkin tidak terlalu masalah dengan sepakbola total voetbal Belanda, toh the real total voetbal sudah punah sejak tahun 1980-an. Sangat sulit menerapkan konsep ini. Namun beda hal nya dengan jogo bonito, sepakbola yang dianggap agama di Brazil, haram hukumnya jika tidak dimainkan secara indah. Apalagi kalau kalah….dosa besar! 😀 😀 😀

Hal ini yang jelas terlihat, Dunga tampak senang dengan hasil pragmatisme Brazil di babak-babak awal Piala Dunia. Gol Robinho di menit awal (10′) dan setelah itu Brazil seperti mengamankan posisi dan cenderung untuk bermain keras sepanjang permainan. Sementara Belanda bermain sangat cerdas dan bisa keluar dari tekanan 0-1. 2 gol balasan Wesley Sneijder menunjukkan ia sedang berada pada top performance nya. Kepanikan Brazil ditutup dengan diusirnya Felipe Mello yang melakukan tackle keras (73′).

Bye-bye jogo bonito…..